Doa dan maaf untuk mukzizat dari Tuhan

Sahabat,

Lama menikah belum dikarunia anak adalah penantian yang seringkali membuat hati gundah. Berbagai upaya, mulai dari kunjungan rutin ke dokter spesialis Obsgyn, pijat refleksi hingga terapi alternatif telah kami lakukan. Istri saya tekun berdoa, sementara saya hanya pasrah namun jarang memohon dengan linangan airmata sebagaimana istri saya sering melakukannya pada setiap pagi subuh.

Banyak masukan dan saran telah kami coba, ada yang bilang makan tauge segar, minum air daun suji, kelapa muda bakar dan macam macam lainnya. namun hingga memasuki tahun ke delapan usia pernikahan kami, belum ada tanda tanda kalau kami segera dapat momongan.

Pada suatu pagi, saya mendengar isak tangis istri yang sedang berdoa. Entah kenapa saya terbangun pagi itu. Jarang sekali saya bisa terbangun subuh, biasanya saya bangun setelah matahari jauh dari timur. Saya terkesima dan haru mendengan doa yang dipanjatkan istri. Dia berkata ” Tuhan, usiaku tak lagi muda, kapankah Tuhan berkenan memberi kami anak, Tuhan aku mengingat janjiMu yang berkata kami akan beranak cucu, apakah dosaku, dosa suamiku yang Tuhan belum memaafkan? Ampuni kami Tuhan.” katanya dengan banyak doa lain yang mulai membuat aku menitikkan air mata tanpa istiku tahu.

Setelah istriku, aku antar ke kantornya, aku tidak langsung berangkat ke kantor, tapi aku balik ke rumah. Aku ingin berdoa seperti istriku berdoa. Di dalam kamar, aku mulai menyembah, sujud dan badanku mulau bergetar. Aku memohon ampun atas semua dosa dosa masa mudaku. Aku menangis menyesal telah banyak berbuat dosa selama ini. Aku juga berjanji padaNya untuk memaafkan siapapun yang pernah membuat akar pahit dalam kehidupanku. Setelah aku berujar memberi maaf kepada orang lain, ya Tuhan menunjukkan wajah se seorang yang selama ini membuat aku menaruh benci padanya. Sebelum doa pagi ini, rasanya tak mungkin aku mau memaafkan kesalahan orang ini yang telah menimbulkan rasa marah yang teramat sangat seumur hidup.

Tuhan memang adil. Dia pemaaf, tapi kita mesti juga mampu memaafkan keslahan orang lain. Aku berkata, Tuhan aku memaafkannya.

Beberapa hari setelah aku berdoa itu. Orang itu, entah dorongan apa tiba tiba sudah ada di rumah. Ak dan istriku belum sampai dari perjalanan pulang dari kantor, mereka sudah di rumah, ini aku tahu dari mama yang menghubungi hpku.

Tiba tiba hatiku berkecamuk. Tapi aku sudah berjanji sama Tuhan untuk memaafkannya. Ini membuat hatiku mulai tenang. Istriku juga ikut menguatkanku untuk bersikap menerima dan memaafkan.

Sampai di rumah, kami sudah ditunggu mereka di depan pintu. Mereka ( suami-istri, aku tak usah menyebutkan siapa) mulai menghambur memeluk kami secara berganti dengan isak tangis dan saling berujar maaf. Aku bersyukur pada Tuhan, semua boleh terjadi karena kuasa dan kasihNya.

Beberapa minggu setelah kejadian itu, kami mengunjungi pameran kesehatan di suatu mall dan bertemu dengan pakar kesuburan dari negara tetangga Malaysia yang juga ikut berpameran. Kami berencana berkunjung kesana.

Kami kemudian bertemu lagi dengan pakar itu di Kuala Lumpur. Setelah menjalani beberapa tahap treatmen, kami sungguh gembira, Tuhan telah menjawab doa kami. Istriku hamil. setelah kehamilan bulan kelima, dokter yang lain yang ada di Medan berkata, kami akan mendapat seorang putra.

Proses kehamilan dan persalinan semua berjalan lancar. Istriku melahirkan seorang anak laki laki yang sehat, kini berusia hamir lima bulan.

Sahabat,

Semua ini aku ceritakan, begitu indah dan besarnya kasih Tuhan kepada kita bila kita percaya, rajin berdoa, berbuat baik dan mau memaafkan dengan tulus.

Semoga ada sahabat lain yang menerima kasih yang indah dari Tuhan ini untuk banyak doa yang belum Tuhan kabulkan, sabarlah. Tuhan akan memberikan indah pada waktunya . Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: